Polres Gowa Siaga Kamtibmas, Antisipasi AMARAH, May Day hingga Isu Nasional
GOWA (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Polres Gowa menggelar Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) untuk mengantisipasi sejumlah agenda penting, seperti peringatan AMARAH, May Day, MEMAR, hingga dinamika isu nasional. Kegiatan berlangsung di Lapangan Griya Bhayangkara Polres Gowa, Senin (30/3/2026).
Apel tersebut dipimpin Wakapolres Gowa, Kompol Gani, S.H., M.H., dan diikuti para pejabat utama (PJU), perwira, bintara, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres Gowa.
Dalam kesempatan itu, Wakapolres membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan. Apel siaga ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda Sulsel sebagai upaya memperkuat soliditas, kebersamaan, serta kesiapsiagaan personel dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Situasi kamtibmas di wilayah Sulawesi Selatan selama perayaan Idulfitri terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat di berbagai sektor kini mulai kembali normal,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.
Meski demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Pasalnya, pada periode April hingga Mei terdapat sejumlah agenda yang berpotensi menimbulkan kerawanan, di antaranya AMARAH (April Makassar Berdarah), May Day (Hari Buruh Internasional), serta MEMAR (Mei Makassar Berdarah), termasuk perkembangan isu-isu nasional lainnya.
Kapolda Sulsel melalui amanatnya menekankan pentingnya penguatan deteksi dini melalui pemetaan potensi kerawanan secara komprehensif, serta pemantauan dinamika sosial secara real-time.
Selain itu, seluruh jajaran juga diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik sosial akibat perbedaan pandangan, serta maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Optimalisasi fungsi intelijen dan patroli siber juga menjadi perhatian utama. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi sekaligus menindak penyebaran ujaran kebencian maupun konten provokatif di ruang digital.
Dalam menghadapi aksi unjuk rasa atau penyampaian aspirasi, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan komunikatif, dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun demikian, penegakan hukum tetap dilakukan secara tegas terhadap setiap pelanggaran.
Apel siaga ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada Pos Terbaik dalam Operasi Ketupat 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja personel di lapangan selama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Di akhir amanat, Kapolda Sulsel menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Seluruh jajaran diminta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menciptakan sistem pengamanan terpadu.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga situasi keamanan di Sulawesi Selatan tetap aman, kondusif, dan damai.
(Arfah)








