Notification

×

Iklan

Iklan

Genjot Produksi Pangan, Barru Tancap Gas Tanam Serentak Program Opla

Kamis, 30 April 2026 | April 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-01T05:09:07Z

Genjot Produksi Pangan, Barru Tancap Gas Tanam Serentak Program Opla

BARRU, LENSA-AKTUAL.COM

Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan kembali ditegaskan melalui percepatan tanam program optimasi lahan (Opla) yang digelar di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, hingga petani.

Percepatan tanam ditandai dengan penanaman padi bersama di lahan Kelompok Tani Sepe’e 1 oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, unsur Forkopimda, perwakilan Polbangtan Gowa, serta jajaran pemerintah kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Barru menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan “jantung” perekonomian daerah, mengingat mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

“Pertanian adalah jantungnya Kabupaten Barru. Karena itu, harus ditangani oleh sumber daya yang tepat dan berkompeten,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, mulai dari akademisi, Polbangtan Gowa, Forkopimda, Badan Pusat Statistik (BPS), perbankan, Bulog, hingga penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Peran Bulog dinilai penting dalam menjaga stabilitas harga gabah petani yang saat ini berkisar antara Rp6.500 hingga Rp7.200 per kilogram.

Menurutnya, sektor pertanian turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.

“Ini berdasarkan data BPS. Artinya sektor pertanian memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” katanya.

Peningkatan produksi, lanjutnya, tidak terlepas dari program Luas Tambah Tanam (LTT) yang digagas Kementerian Pertanian. Dengan luas baku sawah sekitar 15.000 hektare, Barru mampu meningkatkan luas tanam hingga lebih dari 30.000 hektare, bahkan mendekati 36.000 hektare melalui peningkatan indeks pertanaman.

“Dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali. Ini kekuatan program LTT,” jelasnya.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, turut mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Barru. Ia menyebut Barru sebagai salah satu daerah dengan produktivitas padi tinggi di Sulawesi Selatan, mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

“Barru dikenal sebagai daerah produktif. Ini hasil kolaborasi antara petani, penyuluh, TNI-Polri, dan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga menyebut Barru menjadi bagian dari program strategis optimasi lahan seluas 50.000 hektare secara nasional, dengan target capaian tanam 80 hingga 90 persen.

Data produksi menunjukkan tren peningkatan dari sekitar 129 ribu ton menjadi 139 ribu ton. Capaian ini turut mendukung ketahanan pangan nasional, dengan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5 juta ton.

Menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk potensi El Niño, pemerintah mendorong penggunaan benih unggul berumur genjah, optimalisasi pompanisasi, serta penguatan sistem irigasi. Program benih mandiri juga terus diperkuat guna meningkatkan efisiensi produksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ahmad, melaporkan bahwa pada 2025 Barru memperoleh alokasi program Opla seluas 1.943 hektare. Program tersebut mampu meningkatkan produksi dan produktivitas hingga 21,83 persen berdasarkan data BPS.

Pada kegiatan ini, dilakukan penanaman di lahan seluas 50 hektare menggunakan varietas unggul Inpari. Untuk musim tanam berikutnya, direncanakan penggunaan varietas super genjah Cakra Buana dengan masa panen sekitar 75 hari.

Pemerintah daerah menargetkan realisasi tanam optimasi lahan mencapai 600 hektare hingga akhir April 2026 sebagai langkah menjaga keberlanjutan produksi di tengah tantangan iklim.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kementerian Pertanian, BPS, perbankan, TNI-Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta undangan lainnya.

(Syahruddin Cokkas)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update