Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Takalar Tinjau Rumah Duka Dua Bocah Korban Tenggelam, Minta Pengelola Proyek Perketat Keselamatan

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T12:12:55Z

Bupati Takalar Tinjau Rumah Duka Dua Bocah Korban Tenggelam, Minta Pengelola Proyek Perketat Keselamatan

Takalar, lensa-aktual.com

Duka mendalam masih menyelimuti warga Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, setelah dua bocah, Arzaki (4) dan Asril (3), meninggal dunia akibat diduga tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (28/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut menyita perhatian masyarakat dan pemerintah daerah. Sebagai bentuk empati, Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial dan PMD, Camat Polongbangkeng Utara, serta Kepala Desa Pa’rappunganta. Kehadiran rombongan disambut haru oleh keluarga korban yang masih berduka atas kehilangan dua anak mereka.

Bupati Takalar juga berdialog dengan keluarga untuk mendengarkan langsung kronologi kejadian serta memastikan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap musibah yang terjadi.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Takalar turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Daeng Manye.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Ia meminta pihak pelaksana proyek untuk lebih mengutamakan standar keamanan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kepada pihak pelaksana proyek dari PT Nindya Karya melalui Person in Charge (PIC) Putu Sumantra, Bupati meminta agar seluruh aktivitas pembangunan memperhatikan prosedur keselamatan kerja dan keamanan lingkungan sekitar.

Menurutnya, area proyek yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera dilengkapi dengan pagar pembatas dan sistem pengamanan yang memadai.

“Harus ada pembatas yang jelas di lokasi proyek. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di sekitar area pembangunan, wajib menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pihak perusahaan melakukan langkah-langkah preventif untuk menghindari kecelakaan, baik terhadap pekerja maupun warga yang berada di sekitar lokasi proyek.

Kunjungan Bupati Takalar ke rumah duka mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran langsung kepala daerah menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang tengah menghadapi musibah serta komitmen untuk mendorong peningkatan aspek keselamatan pada setiap proyek pembangunan di daerah.

(Arfah)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update