Abrasi Sungai Ancam Permukiman dan Sawah Warga Nepo, PUPR Barru Turun Tinjau Lokasi
Barru, lensa-aktual.com
Warga Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, kini hidup dalam bayang-bayang ancaman abrasi sungai yang terus menggerus bantaran dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga mendekati kawasan permukiman warga yang berada di sepanjang aliran sungai.
Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat menjelang musim hujan. Debit air yang berpotensi meningkat dikhawatirkan memperparah abrasi dan memperbesar risiko kerusakan terhadap rumah warga maupun area persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barru melalui Bidang Sumber Daya Air melakukan peninjauan lapangan di dua titik terdampak abrasi, yakni di Dusun Watang Nepo dan Dusun Lanrae, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim PUPR melihat langsung kondisi bantaran sungai yang mengalami pengikisan cukup signifikan. Sejumlah titik dinilai berpotensi menimbulkan dampak lebih besar apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Kehadiran tim pemerintah daerah disambut positif oleh warga yang selama ini berharap adanya perhatian dan langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Salah seorang warga, Anca (58), mengaku masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai selalu dihantui rasa cemas setiap kali musim hujan tiba.
“Kami yang tinggal di bantaran sungai selalu merasa was-was saat musim hujan datang. Abrasi ini seperti bom waktu yang sewaktu-waktu bisa mengancam rumah warga dan lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan kami. Kami berharap setelah kunjungan ini ada solusi yang dapat diberikan pemerintah,” ujarnya.
Menurut warga, abrasi yang terjadi secara bertahap telah mengikis tanah di sepanjang aliran sungai dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih besar di masa mendatang apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barru, Andi Indrajaya Djamro, S.T., M.T., melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, H. Mas'udi, S.T., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat sekaligus memverifikasi informasi di lapangan.
“Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung dampak abrasi yang terjadi di wilayah tersebut. Hasil peninjauan akan kami laporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk tindak lanjut sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku,” kata Mas'udi.
Ia menambahkan bahwa kondisi abrasi yang terjadi perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi keselamatan warga, keberlangsungan lahan pertanian, serta aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Peninjauan lapangan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya penanganan abrasi di Desa Nepo. Masyarakat pun berharap hasil kunjungan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui program penanganan yang mampu mengurangi risiko abrasi sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai.
(Syahruddin Cokkas)







