Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD Takalar Fasilitasi Dialog Rencana Kawasan Industri Laikang, Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-09T02:40:22Z

DPRD Takalar Fasilitasi Dialog Rencana Kawasan Industri Laikang, Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Takalar, lensa-aktual.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait rencana pembangunan Kawasan Industri Laikang di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Takalar, Senin (8/6/2026).

Forum tersebut mempertemukan Pemerintah Kabupaten Takalar, manajemen PT Tiran, dan perwakilan masyarakat Desa Laikang sebagai upaya membangun komunikasi yang terbuka serta mencari solusi atas berbagai aspirasi dan pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana pengembangan kawasan industri tersebut.

RDP dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Takalar, Muhammad Rijal, dan dihadiri Bupati Takalar H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, Wakapolres Takalar, serta sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah pemilihan, di antaranya Achmad Sabang, Achmad Nyengka, Habibie, Muhammad Bakri, Nur Alim Rukman, Hj. Tinri, dan H. Limpo.

Dalam arahannya, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal menegaskan bahwa DPRD memiliki peran sebagai wadah penyalur aspirasi masyarakat sekaligus jembatan komunikasi antara warga dan pihak investor. Menurutnya, keterbukaan informasi dan dialog yang konstruktif menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“DPRD berkewajiban memastikan seluruh aspirasi masyarakat didengar secara langsung. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara masyarakat dan pihak investor harus terus dibangun agar setiap proses pembangunan dapat berjalan harmonis dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Takalar H. Mohammad Firdaus Daeng Manye menjelaskan bahwa rencana pembangunan Kawasan Industri Laikang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang proses perencanaannya telah berjalan sebelum masa kepemimpinannya. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen mengawal setiap tahapan investasi agar selaras dengan kepentingan masyarakat dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah mendukung investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Namun yang terpenting, investasi tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan masyarakat Desa Laikang bersama pemerintah desa menyampaikan sejumlah pertanyaan, masukan, dan harapan terkait rencana pengembangan kawasan industri. Salah satu isu yang menjadi perhatian warga adalah informasi yang beredar mengenai kemungkinan pembangunan pabrik pengolahan nikel di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, perwakilan PT Tiran sekaligus Kawasan Industri Takalar (KITA), Jimmy, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat rencana pembangunan pabrik pengolahan nikel dalam konsep pengembangan Kawasan Industri Laikang yang sedang disiapkan.

Penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan peserta rapat sebagai bentuk transparansi informasi sekaligus untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai arah pengembangan kawasan industri.

Suasana rapat berlangsung dialogis dan kondusif. Berbagai pandangan yang disampaikan peserta menjadi bahan masukan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan ke depan.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Takalar berkomitmen menjadwalkan pertemuan lanjutan guna membahas secara lebih rinci dokumen perencanaan serta konsep pengembangan Kawasan Industri Laikang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keterbukaan informasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap rencana pembangunan yang akan dilaksanakan.

Melalui forum dialog yang berkelanjutan, DPRD Takalar berharap tercipta kesepahaman antara seluruh pihak, sehingga investasi yang masuk dapat berjalan kondusif, memberikan kepastian bagi investor, serta menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Takalar.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update