Menuju Survei Nasional, Jeneponto Fokus pada Akurasi Data dan Intervensi Tepat Sasaran
Jeneponto, lensa-aktual.com
Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor, validasi data, dan penyusunan strategi intervensi yang berbasis data akurat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Jumat (5/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto Dr. Aspa Muji, Kepala Bappeda Dr. Alfian Afandy Syam, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dr. Mustaufiq, Kepala Dinas Kesehatan, para kepala puskesmas, unsur Kodim 1425/Jeneponto, Kepolisian, para camat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas daerah yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid sehingga setiap kebijakan dan intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran.
“Penurunan stunting membutuhkan kerja sama dan kolaborasi semua pihak. Data yang akurat menjadi landasan utama dalam menentukan langkah intervensi yang efektif agar target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya pemadanan data stunting dengan data kependudukan yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Langkah tersebut dinilai strategis untuk memastikan seluruh sasaran program teridentifikasi secara tepat dan memperoleh penanganan yang sesuai.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Jeneponto, Dr. Mustaufiq, menjelaskan bahwa data stunting yang akan dipadankan telah dikirim ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk proses validasi lebih lanjut.
“Data tersebut sudah kami kirimkan ke Ditjen Dukcapil. Saat ini kami menunggu proses validasi dan pemadanan data khusus untuk Kabupaten Jeneponto. Dalam waktu dekat hasilnya akan segera ditindaklanjuti sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih akurat,” jelasnya.
Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta terkait kondisi di lapangan, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan guna mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Jeneponto.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Dr. Alfian Afandy Syam, memaparkan sejumlah kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Salah satu agenda penting yang disepakati adalah pelaksanaan pengukuran serentak pada 17 Juni 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memvalidasi dan memperbarui data anak yang terindikasi stunting sehingga pemerintah daerah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi riil di lapangan.
Hasil pengukuran nantinya akan dianalisis secara komprehensif dan menjadi bahan evaluasi dalam rapat lanjutan guna menentukan bentuk intervensi yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi survei stunting yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Dengan dukungan data yang semakin valid dan terverifikasi, Pemerintah Kabupaten Jeneponto optimistis program percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran.
Melalui penguatan koordinasi, pemutakhiran data, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak, sekaligus mewujudkan generasi Jeneponto yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.
(Arfah)








