Notification

×

Iklan

Iklan

Perkuat Upaya Eliminasi TBC, Dinkes Takalar Gelar Refreshing Kader dan Duta Assamaturu

Selasa, 09 Juni 2026 | Juni 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T00:23:34Z

Perkuat Upaya Eliminasi TBC, Dinkes Takalar Gelar Refreshing Kader dan Duta Assamaturu

TAKALAR, LENSA-AKTUAL.COM

Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar menggelar kegiatan Refreshing Kader dan Duta Assamaturu sebagai langkah memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) guna mendukung target Eliminasi TBC Indonesia Tahun 2030, khususnya di Kabupaten Takalar.

Kegiatan tersebut diikuti para Duta Assamaturu yang terdiri atas tenaga kesehatan dan kader kesehatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan kapasitas, pengetahuan, serta keterampilan terkait pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga pelaporan program TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi inovasi “Assamaturu Bebas TBC”, sebuah proyek perubahan yang digagas dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Menurutnya, inovasi tersebut dibangun dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan TBC di Kabupaten Takalar.

“Melalui gerakan Assamaturu atau kebersamaan, kita berharap seluruh komponen masyarakat dapat terlibat aktif dalam upaya penanggulangan TBC. Dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, target Eliminasi TBC Tahun 2030 dapat tercapai,” ujar dr. Nilal.

Dalam pelaksanaannya, Duta Assamaturu tidak hanya berperan sebagai pendamping minum obat (PMO) bagi pasien TBC guna memastikan kepatuhan pengobatan hingga tuntas, tetapi juga menjadi agen promotif dan preventif yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya, pencegahan, serta penanganan penyakit TBC.

Selain itu, para kader dan tenaga kesehatan juga akan melakukan skrining atau deteksi dini di tengah masyarakat untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Mereka juga memiliki peran penting dalam penyusunan dan pelaporan layanan TBC sebagai bagian dari sistem pemantauan dan evaluasi program.

Kegiatan refreshing ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kader dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanggulangan TBC. Diharapkan, melalui sinergi seluruh pihak, upaya eliminasi TBC di Kabupaten Takalar dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi terhadap pencapaian target nasional Indonesia Bebas TBC Tahun 2030.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update