Peternak Ayam Petelur Barru Belajar ke Sidrap, Dinas PKH Dorong Peningkatan Produksi dan Daya Saing
SIDRAP, LENSA-AKTUAL.COM
Upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing peternak ayam petelur terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan studi wawasan bagi peternak ayam petelur ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), salah satu sentra produksi telur terbesar di Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara swadaya oleh para peternak tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut bertujuan menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan peternak dalam mengelola usaha peternakan yang modern, efisien, serta berkelanjutan.
Rombongan dipimpin langsung Kepala Dinas PKH Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, S.Sos., dan disambut oleh perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap, manajemen Peternakan Putri Kembar, pihak Sanbe Farma, PT Melindo, serta sejumlah peternak setempat.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Peternakan Putri Kembar milik H. Haedir di Puncak Mario, Desa Mario, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap. Peternakan tersebut dikenal sebagai salah satu usaha ayam petelur terbesar di Sulawesi Selatan.
Perwakilan manajemen Peternakan Putri Kembar, Safar, menjelaskan bahwa usaha tersebut dirintis sejak tahun 2005 dan terus berkembang hingga kini memiliki sekitar 100 ribu ekor ayam petelur yang tersebar di 37 kandang produksi. Selain itu, tersedia empat kandang pembibitan dan empat kandang peremajaan guna mendukung keberlanjutan produksi.
Saat ini, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 2.500 rak telur per hari dan menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan telur di Sulawesi Selatan. Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, manajemen juga tengah membangun enam unit kandang baru guna menambah kapasitas produksi.
Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, usaha peternakan tersebut turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dengan menyerap sekitar 100 tenaga kerja.
Usai mengunjungi Peternakan Putri Kembar, rombongan melanjutkan studi lapangan ke peternakan ayam petelur milik H. Fatahuddin. Di lokasi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan kandang modern, strategi manajemen usaha, serta pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis antara pemilik usaha dan karyawan.
Menurut H. Fatahuddin, keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan manajemen produksi yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Para peserta juga berkesempatan melihat secara langsung proses pemeliharaan ayam petelur, pengelolaan pakan, sistem produksi telur, hingga usaha pendukung berupa pembuatan rak telur yang menjadi bagian dari rantai usaha peternakan.
Melalui kunjungan tersebut, para peternak memperoleh berbagai pengetahuan praktis mengenai efisiensi penggunaan pakan, pengendalian kesehatan ternak, pencatatan produksi, manajemen kandang semi modern hingga sistem kandang tertutup (close house), serta strategi pengembangan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kepala Dinas PKH Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, mengatakan Sidrap dipilih sebagai lokasi studi wawasan karena keberhasilannya mengembangkan sektor peternakan ayam petelur secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada peternak Barru untuk belajar langsung dari pelaku usaha yang telah sukses mengembangkan peternakannya. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan daya saing peternakan ayam petelur di Kabupaten Barru,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Barru memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penghasil telur yang kompetitif. Namun, peningkatan populasi dan produksi harus dibarengi dengan penerapan manajemen usaha yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan kandang yang lebih modern.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai aspek teknis peternakan, mulai dari sistem ventilasi kandang, efisiensi pakan, pengelolaan kesehatan ternak, hingga strategi menekan angka kematian ayam agar produktivitas tetap optimal.
Melalui kegiatan studi wawasan ini, Dinas PKH Kabupaten Barru berharap para peternak semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha secara profesional, meningkatkan populasi dan produksi telur, serta memperkuat kontribusi sektor peternakan dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
(Syahruddin Cokkas)








