Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Takalar Saksikan Penandatanganan Komitmen Percepatan Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan

Jumat, 10 Juli 2026 | Juli 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T12:41:16Z

Bupati Takalar Saksikan Penandatanganan Komitmen Percepatan Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan

TAKALAR, LENSA-AKTUAL.COM

Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., menyaksikan penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan Kabupaten Takalar di kawasan Wisata Alam Paria Lau, Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna mempercepat pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom., para kepala OPD, camat, lurah, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari tujuh destinasi wisata unggulan.

Sebelum penandatanganan, Bupati Daeng Manye bersama Sekda, para kepala OPD, camat, dan lurah menggelar diskusi santai membahas berbagai strategi percepatan pembangunan sektor pariwisata. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah dalam mewujudkan pengembangan destinasi wisata yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Komitmen bersama ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, serta para camat yang wilayahnya menjadi lokasi destinasi wisata unggulan.

Melalui komitmen tersebut, setiap perangkat daerah memiliki tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya. Dinas Pariwisata bertugas menyusun rencana induk pengembangan destinasi, meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan Pokdarwis, serta memperkuat promosi wisata. Sementara Dinas PUPR mendukung pembangunan infrastruktur, Dinas Lingkungan Hidup menjaga kebersihan kawasan, Dinas Sosial dan PMD memberdayakan masyarakat dan BUMDes, Dinas Perhubungan menata akses transportasi dan parkir, Diskominfo memperkuat promosi digital, sedangkan Satpol PP bertanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan kawasan wisata.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan Wisata Alam Paria Lau membuktikan bahwa destinasi yang dikelola secara baik mampu menarik wisatawan, menghadirkan investasi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Orang datang membawa rezeki. Ketika pengunjung terus berdatangan, investor ikut datang, usaha masyarakat berkembang, dan ekonomi bergerak. Inilah yang kita harapkan terjadi di seluruh destinasi wisata unggulan Takalar," ujar Daeng Manye.

Ia juga menilai keberhasilan Paria Lau tidak terlepas dari promosi yang dilakukan masyarakat melalui media sosial. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus memperkuat strategi pemasaran digital untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

"Kita harus membangun kesadaran bahwa Takalar memiliki destinasi wisata yang menarik. Manfaatkan Facebook, TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya agar semakin banyak wisatawan datang berkunjung," katanya.

Selain promosi, Bupati menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendukung, seperti toilet, musala, area parkir, kebersihan kawasan, hingga pengelolaan sampah. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan wisata merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah.

Karena itu, melalui penandatanganan komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar ingin memastikan seluruh OPD bergerak dalam satu visi, saling bersinergi, serta menyelaraskan program dan anggaran untuk mempercepat pengembangan tujuh destinasi wisata unggulan.

"Pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan oleh satu dinas saja. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengembangan destinasi berjalan lebih cepat, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis tujuh destinasi wisata unggulan akan berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

(Arfah)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update