Notification

×

Iklan

Iklan

Wabup Barru Hadiri Gerakan Panen dan Tanam Bersama, Dorong Percepatan Luas Tambah Tanam 2026

Jumat, 10 Juli 2026 | Juli 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T11:17:35Z

Wabup Barru Hadiri Gerakan Panen dan Tanam Bersama, Dorong Percepatan Luas Tambah Tanam 2026

BARRU, LENSA-AKTUAL.COM

Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Gerakan Panen Bersama yang dirangkaikan dengan Tanam Bersama di lokasi Penangkaran 200 Hektare, Kelompok Tani Sipurennu II, Desa Corawali, Kecamatan Tanete Rilau, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Musim Tanam 2026 sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penyediaan sarana pendukung bagi petani.

Dalam sambutannya, Abustan menegaskan bahwa panen yang langsung dilanjutkan dengan penanaman kembali merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan produksi pangan.

"Hari ini kita mendapatkan banyak berkah. Kita panen, kemudian langsung menanam kembali, menerima bantuan pompa, dan tentu ini menjadi semangat baru bagi petani Barru," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengusulkan kepada PT Pupuk Indonesia agar membangun stockpile atau gudang pupuk di Kabupaten Barru. Menurutnya, Barru memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga pertanian di Sulawesi Selatan sekaligus didukung pelabuhan yang representatif.

Ia menilai keberadaan gudang pupuk akan mempercepat distribusi, mengurangi antrean pembongkaran pupuk di Makassar, serta mengoptimalkan pemanfaatan pelabuhan di Kabupaten Barru.

Selain itu, Abustan mengingatkan agar bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air, dimanfaatkan secara adil oleh seluruh anggota kelompok tani agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Ia juga menginstruksikan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru untuk segera memetakan kebutuhan pompa air di lapangan dan mengusulkan tambahan bantuan kepada Kementerian Pertanian. Sementara bagi wilayah yang telah terjangkau jaringan listrik, ia mendorong penggunaan pompa berbasis listrik sebagai alternatif menghadapi keterbatasan pasokan solar.

Dalam upaya meningkatkan pendapatan petani, Abustan mengajak masyarakat memanfaatkan pematang sawah dengan menanam komoditas bernilai ekonomi, seperti pisang. Ia juga mendorong petani mengembangkan peternakan sapi secara terpadu agar limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk organik (bokashi) sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada sinergi antara petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, Wakil Bupati juga mengingatkan petani yang telah memperoleh hasil panen memadai untuk menunaikan zakat pertanian melalui Baznas serta melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Abustan turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI atas berbagai program yang dialokasikan bagi Kabupaten Barru, mulai dari Optimasi Lahan (OPLA), Brigade Pangan, bantuan alsintan, hingga program strategis lainnya.

"Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, dukungan Kementerian Pertanian menjadi penyemangat bagi daerah untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, BUMN, sektor swasta, hingga para petani.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas. Untuk itu, Kementerian Pertanian mendorong penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) yang memanfaatkan teknologi modern dan diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 50 persen.

Ia menyebut Kabupaten Barru mendapat target pengembangan PMAAS seluas 2.280 hektare, sekaligus meminta seluruh penyuluh pertanian terus mengawal peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan indeks pertanaman agar produksi pangan tetap meningkat.

Pada kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian RI juga menyerahkan 10 unit pompa air secara simbolis kepada sepuluh kelompok tani di Kabupaten Barru. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi dampak El Nino sekaligus mendukung percepatan Luas Tambah Tanam Musim Tanam III Tahun 2026.

Kegiatan dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian, Anggota DPRD Sulawesi Selatan Hj. Nurhasbiah Main, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, Bulog, Bank Mandiri, BPS, penyuluh pertanian, kelompok tani, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

(Syahruddin Cokkas)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update