Notification

×

Iklan

Iklan

Malam di Bassara, Bhabinkamtibmas Rangkul Remaja dan Ingatkan Bahaya Busur

Selasa, 06 Oktober 2026 | Oktober 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-07T00:25:36Z


Malam di Bassara, Bhabinkamtibmas Rangkul Remaja dan Ingatkan Bahaya Busur

TAKALAR, LENSA-AKTUAL.COM

Suasana malam di Lingkungan Bassara, Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, diwarnai dialog antara polisi dan sejumlah remaja, Selasa (6/10/2026).

Sekitar pukul 21.30 WITA, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sabintang, Aipda Azhar Hasran, S.H., menyambangi sekelompok remaja yang tengah berkumpul di sebuah rumah panggung. Alih-alih memberikan teguran keras, polisi memilih duduk bersama dan berdialog secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut, Aipda Azhar menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama terkait bahaya kepemilikan dan penggunaan busur atau anak panah.

Ia mengingatkan para remaja agar tidak membuat, membawa, menyimpan, apalagi menggunakan busur. Selain berpotensi membahayakan keselamatan orang lain, kepemilikan atau penggunaan senjata rakitan tersebut juga dapat berujung pada persoalan hukum.

"Kami tidak datang untuk sekadar membubarkan atau menegur, tetapi ingin berdialog dan memberikan pemahaman kepada adik-adik. Jangan sampai karena ikut-ikutan, membawa busur atau terlibat dalam pergaulan yang salah, akhirnya merugikan diri sendiri dan keluarga," ujar Aipda Azhar.

Selain persoalan busur, para remaja juga diingatkan agar menjauhi berbagai aktivitas yang dapat memicu gangguan kamtibmas, seperti balap liar, minuman keras, narkoba, penyalahgunaan lem fox, maupun obat-obatan terlarang.

Aipda Azhar juga mengimbau para remaja untuk tidak beraktivitas hingga larut malam yang berpotensi mengganggu ketenangan warga. Mereka diajak mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti berolahraga, mengikuti kegiatan keagamaan, maupun membantu orang tua.

"Kami berharap bersama-sama menjaga Lingkungan Bassara tetap aman. Jadilah polisi bagi diri sendiri dengan menjaga perilaku dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri," katanya.

Pendekatan dialogis tersebut mendapat respons positif dari para remaja. Mereka menyatakan memahami pesan yang disampaikan dan berkomitmen untuk tidak membuat maupun menggunakan busur serta ikut menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal.

Kasat Binmas Polres Takalar, AKP H. Sarro, S.Sos., mengatakan pendekatan persuasif melalui patroli dan dialog langsung merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran kamtibmas, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga penting untuk mencegah potensi gangguan sebelum berkembang menjadi tindak pidana.

"Remaja adalah bagian penting dari masyarakat yang perlu kita rangkul. Karena itu, pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif. Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama," ujar AKP H. Sarro.

Ia menambahkan, Polres Takalar terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, termasuk menyambangi kelompok pemuda di sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian.

Edukasi mengenai bahaya busur, narkoba, minuman keras, serta berbagai bentuk kenakalan remaja dinilai menjadi langkah preventif untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami berharap para pemuda tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat membawa mereka pada tindakan kriminal. Manfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang positif dan produktif. Jika ada persoalan di lingkungan, komunikasikan dengan Bhabinkamtibmas atau kepolisian agar dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas," pungkasnya.

(Arfah)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update