Remaja 15 Tahun di Gowa Terluka Akibat Tembakan Senjata Mainan, Dua Pemuda Diamankan Polisi
GOWA, LENSA-AKTUAL.COM
Seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Gowa mengalami luka pada bagian mata setelah terkena tembakan senjata mainan yang dilakukan secara acak di jalan. Polisi pun mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku.
Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial SA (19) dan MS (18). Mereka diamankan oleh Unit Jatanras Satreskrim Polres Gowa setelah korban bernama Ramadhan mengalami luka serius akibat insiden tersebut.
Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan terkait peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban terluka.
“Dua orang terduga pelaku terkait kasus penganiayaan berhasil kami amankan,” ujar Aldy, Sabtu (7/3/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 21.30 Wita di wilayah Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Saat kejadian, korban baru saja pulang melaksanakan salat tarawih dan sedang berdiri di pinggir jalan bersama seorang temannya.
Secara tiba-tiba, dua pelaku melintas menggunakan sepeda motor dan menembakkan senjata mainan secara acak ke arah jalan. Salah satu peluru mengenai bola mata korban sehingga korban langsung dilarikan oleh keluarganya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari hasil penyelidikan, polisi turut mengamankan dua unit senjata mainan, tempat peluru, serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.
Hasil pemeriksaan sementara juga mengungkap bahwa antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Aksi penembakan tersebut dilakukan secara acak saat para pelaku melintas di lokasi kejadian.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan penjara.
Kapolres Gowa turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi penggunaan mainan oleh anak-anak yang berpotensi membahayakan, terutama selama aktivitas masyarakat meningkat di bulan Ramadan.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan jenis permainan anak-anaknya, sehingga tidak menimbulkan risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tutupnya.
(Arfah)




