Notification

×

Iklan

Iklan

Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel Evakuasi Nelayan Kritis dari Perairan Upang Banyuasin

Minggu, 05 April 2026 | April 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-05T12:25:38Z


Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel Evakuasi Nelayan Kritis dari Perairan Upang Banyuasin

BANYUASIN, LENSA-AKTUAL.COM

 kembali menunjukkan respons cepat dalam pelayanan kemanusiaan. Melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), seorang nelayan yang mengalami kondisi kritis berhasil dievakuasi dari wilayah perairan terpencil di Kabupaten , Sabtu (4/4/2026).

Korban diketahui bernama Mustofa (44), warga Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek. Ia dievakuasi menggunakan ambulans apung menuju rumah sakit di setelah mengalami sakit perut hebat yang menjalar hingga ke pinggang dan membutuhkan penanganan medis intensif.

Evakuasi bermula dari laporan darurat tenaga kesehatan desa sekitar pukul 12.00 WIB. Bidan setempat menyampaikan bahwa kondisi pasien tidak memungkinkan ditangani secara lokal.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos Pangkalan Sandar Upang Ditpolairud bergerak cepat menuju lokasi. Tim kemudian mengevakuasi korban menggunakan tandu dan membawanya ke ambulans apung yang telah dilengkapi fasilitas medis.

Perjalanan evakuasi dilanjutkan melalui jalur Sungai Musi menuju Palembang. Proses berlangsung cepat dan lancar hingga pasien berhasil dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Direktur Polairud Polda Sumsel, Heru Agung Nugroho, menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam misi kemanusiaan.

“Personel kami selalu siaga. Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama tanpa mengenal jarak dan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyebut ambulans apung sebagai solusi nyata bagi masyarakat pesisir.

“Ini bukan sekadar inovasi, tetapi bentuk pelayanan konkret bagi warga di wilayah sulit dijangkau,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan Polda Sumsel akan terus mengembangkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk rencana penguatan program klinik terapung.

Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian dan tenaga kesehatan desa, khususnya dalam menangani kondisi darurat di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi darat.

Melalui inovasi ambulans apung, Polda Sumsel menegaskan komitmennya tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan.

(Yusan)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update