Notification

×

Iklan

Iklan

Potensi Desa Punaga Mendunia, Kepala Desa Sambut Positif Sorotan Media Asing

Jumat, 03 April 2026 | April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-04T06:56:19Z


Potensi Desa Punaga Mendunia, Kepala Desa Sambut Positif Sorotan Media Asing

TAKALAR, LENSA-AKTUAL.COM

Potensi sumber daya alam Desa Punaga, Kabupaten Takalar, kian menarik perhatian dunia internasional. Hal ini ditandai dengan kunjungan delegasi media asing yang melakukan peliputan aktivitas budidaya rumput laut di wilayah tersebut.

Kepala Desa Punaga, Syarifuddin Daeng Sore, menyambut positif kehadiran media internasional tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rencana peliputan telah melalui proses koordinasi sejak satu bulan sebelumnya.

“Awalnya ada delegasi yang datang menyampaikan bahwa wartawan dari Singapura akan meliput aktivitas pembudidaya di Desa Punaga. Mereka mendokumentasikan seluruh proses, mulai dari pembibitan, pemanenan, hingga pengemasan hasil panen,” ujar Syarifuddin, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, perhatian media asing menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi desa ke tingkat global. Ia berharap publikasi ini mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

“Kami sangat bangga karena potensi desa kami bisa dikenal hingga mancanegara. Harapannya, negara-negara pembeli dapat bersaing secara sehat, sehingga harga jual lebih menguntungkan bagi petani,” tambahnya.

Ia juga menilai, dampak positif dari publikasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui sektor ekspor.

Sebelumnya, media internasional melaporkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia. Komoditas yang kerap dijuluki sebagai “emas hijau” ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Sulawesi Selatan.

Sejumlah nelayan bahkan telah merasakan dampak ekonomi yang signifikan, seperti mampu membangun rumah layak huni hingga menyekolahkan anak ke jenjang lebih tinggi.

Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi, di antaranya dominasi ekspor bahan mentah, fluktuasi harga global, serta persoalan lingkungan seperti penggunaan plastik sekali pakai dalam proses budidaya.

Pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri agar produk rumput laut tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti karagenan, kosmetik, hingga bioplastik.

Dengan berbagai potensi dan tantangan tersebut, keberlanjutan industri rumput laut di Desa Punaga diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi lokal sekaligus membawa nama daerah ke kancah global.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update