Notification

×

Iklan

Iklan

Sekda Barru Dorong Posyandu Jadi Garda Terdepan Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T14:49:39Z

Sekda Barru Dorong Posyandu Jadi Garda Terdepan Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat

Barru, lensa-aktual.com

Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten dalam mendukung Transformasi Layanan Primer melalui Posyandu, yang digelar di Cafe 3R, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barru, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapperida, Kepala Dinas PMDPPKB, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satpol PP dan Damkar, para camat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Barru, Tim Penggerak PKK Kecamatan, serta peserta terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Andi Syarifuddin menegaskan bahwa Posyandu kini telah mengalami transformasi layanan yang lebih luas dan menyentuh seluruh siklus kehidupan masyarakat.

“Posyandu tidak lagi hanya fokus pada balita dan ibu hamil, tetapi melayani seluruh kelompok usia mulai dari remaja, calon pengantin, ibu menyusui, usia dewasa hingga lansia. Pelayanan kesehatan harus lebih holistik dan terpadu,” ujarnya.

Ia menilai Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam memperkuat upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat.

Sekda Barru juga menyoroti pentingnya dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam pelaksanaan program transformasi layanan primer. Menurutnya, program yang menjadi prioritas pemerintah pusat wajib dijalankan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat ingin memastikan pelayanan dasar berjalan optimal di semua daerah. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya koordinasi dan evaluasi lintas sektor guna mengidentifikasi capaian program sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.

“Setiap pertemuan harus menghasilkan langkah nyata. Permasalahan yang ada harus dibahas bersama agar ditemukan solusi yang tepat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap program memiliki indikator yang jelas, langkah kerja yang terukur, jadwal pelaksanaan, serta penanggung jawab yang pasti agar proses monitoring dan evaluasi berjalan efektif.

Lebih lanjut, Andi Syarifuddin menyebut tingkat kunjungan masyarakat ke Posyandu menjadi salah satu indikator penting dalam optimalisasi layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya percepatan penanganan stunting.

“Semua sasaran mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita harus terdata dengan baik di wilayah kerja Posyandu masing-masing,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa jumlah Posyandu Siklus Hidup Aktif di Kabupaten Barru mengalami peningkatan sebesar 21,8 persen dari total 275 Posyandu yang ada. Capaian itu dinilai sebagai bentuk komitmen dan sinergi seluruh pihak dalam mendukung transformasi layanan primer.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Wirdha, S.Farm., Apt., menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi forum resmi untuk menyelaraskan arah kebijakan dan pelaksanaan program Posyandu mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, mengevaluasi capaian program, serta menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

(Syahruddin Cokkas)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update