Notification

×

Iklan

Iklan

Imigrasi Sulsel Gandeng LIDIK PRO, Perkuat Pengawasan PMI dan Desa Binaan

Kamis, 30 April 2026 | April 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-01T03:44:25Z

Imigrasi Sulsel Gandeng LIDIK PRO, Perkuat Pengawasan PMI dan Desa Binaan

MAKASSAR, LENSA-AKTUAL.COM

Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi Sulawesi Selatan terus memperkuat pengawasan dan pelayanan publik melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan lewat pertemuan strategis bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIDIK PRO di Makassar.

Pertemuan yang dikemas dalam suasana santai bertajuk “ngopi bareng” ini berlangsung di Fireflies, Jalan Hertasning, dan dihadiri langsung Kepala Kanwil Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang, S.H., M.H.

Turut mendampingi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo, Yogie Kashogi, Amd.Im., S.H., M.H., serta perwakilan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Ade Yanuar Ikbal, S.Kom., M.M., yang diwakili oleh Andi Abu Talib, S.E., M.M.

Dari pihak LIDIK PRO, hadir Sekretaris Jenderal DPN LIDIK PRO, M. Darwis K., Ketua DPP LIDIK PRO Sulsel, Kemal Situru, S.Pd., M.Si., CPCS., serta aktivis pemerhati Pekerja Migran Indonesia (PMI) wilayah Sulsel, Andi Ikhsan.

Pertemuan tersebut membahas penguatan program Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preventif dalam mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Fokus utama diskusi mencakup sosialisasi prosedur permohonan paspor sesuai standar operasional guna menekan angka PMI non-prosedural.

Sekjen LIDIK PRO, M. Darwis K., mengapresiasi langkah proaktif jajaran Kanwil Imigrasi Sulsel dalam menjaga integritas pelayanan publik. Ia menilai, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar tidak mudah tergiur rayuan calo yang dapat merugikan,” ujarnya.

Senada, jajaran Kantor Imigrasi Palopo dan Parepare menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan organisasi masyarakat sipil.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pelayanan yang lebih optimal, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, sosialisasi penggunaan paspor elektronik (e-passport) serta program terbaru di lingkup Kementerian Imigrasi akan terus digencarkan.

Menutup pertemuan, Darwis menegaskan pentingnya membangun hubungan kemitraan yang sehat antara lembaga dan aktivis. Ia menilai kritik konstruktif harus berjalan beriringan dengan solusi dan komunikasi yang baik.

“Sinergi yang dibangun dengan semangat kekeluargaan akan melahirkan solusi terbaik dalam mengawal pelayanan publik yang berintegritas,” tutupnya.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update