Notification

×

Iklan

Iklan

Tangis Haru Iringi Pelepasan Jemaah Haji Takalar 2026, 72 Calhaj Siap Menuju Tanah Suci

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-02T09:59:28Z

Tangis Haru Iringi Pelepasan Jemaah Haji Takalar 2026, 72 Calhaj Siap Menuju Tanah Suci

TAKALAR, LENSA-AKTUAL.COM

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Takalar tahun 1447 Hijriah/2026 M di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jumat (1/5/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru, disaksikan keluarga jemaah, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.

Sejak subuh, para calon jemaah haji telah memadati lokasi pelepasan di Jalan Jenderal Sudirman No. 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. Suasana emosional tak terelakkan saat momen perpisahan antara jemaah dan keluarga pengantar, menjadikan acara ini sebagai salah satu peristiwa sakral yang selalu dinantikan setiap tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar Solihin, menyampaikan pesan mendalam kepada para jemaah.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, serta saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pemerintah Kabupaten Takalar tahun ini melepas sebanyak 72 jemaah haji yang tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 16, 33, 42, dan 43, bersama jemaah dari kabupaten lain seperti Gowa dan Maros. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 jemaah hadir langsung dalam prosesi pelepasan.

Bupati berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta meraih predikat haji yang mabrur.

Di antara para jemaah, terdapat kisah mengharukan dari Anggi (13), warga Dusun Soreang Baru, Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, yang berangkat menggantikan almarhum ibunya. Kisah ini menjadi simbol keteguhan iman dan bakti seorang anak kepada orang tua.

Prosesi pelepasan ditutup dengan doa bersama sebelum para jemaah diberangkatkan menuju embarkasi untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, dengan harapan kembali ke tanah air dengan selamat dan penuh keberkahan.

(Muhammad Rizal)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update