Dandim 1426/Takalar Tekankan Kesiapsiagaan Jajaran Hadapi Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau
TAKALAR, LENSA-AKTUAL.COM
Komandan Kodim (Dandim) 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala, S.E., M.I.P., meminta seluruh jajaran Koramil meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Penegasan tersebut disampaikan Dandim saat memimpin rapat bersama para Danramil di Ruang Data Makodim 1426/Takalar, Jalan Fitrah, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Rabu (22/7/2026).
Dalam arahannya, Dandim menyebut kondisi kemarau berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik di lahan, perkebunan maupun kawasan permukiman. Untuk itu, para Babinsa diminta meningkatkan kewaspadaan, melakukan deteksi dini, serta memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran.
“Musim kemarau menuntut kita untuk lebih peka terhadap setiap potensi kebakaran. Laksanakan deteksi dini, tingkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat agar setiap potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” tegasnya.
Dandim juga menginstruksikan para Danramil memastikan kesiapan personel di wilayah masing-masing serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan instansi terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan saat kejadian, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara bersama-sama.
Rapat tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi pelaksanaan tugas jajaran Koramil dan menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah, khususnya selama musim kemarau.
Kodim 1426/Takalar juga mengajak masyarakat turut berperan aktif mencegah kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran.
Melalui langkah antisipatif dan sinergi seluruh pihak, diharapkan potensi kebakaran selama musim kemarau dapat diminimalkan sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
(Arfah)




