Polda Sulsel Paparkan Perkembangan Penanganan Tragedi KM Nurul Salsa, 17 Korban Masih Dalam Pencarian
MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kecelakaan laut KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (22/7/2026).
Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA, Tim Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Dr. dr. Hj. Annisa Anwar Muthaher, S.H., M.Kes., Sp.FM., M.H., serta perwakilan Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Sulsel, AKP Efi Fatna.
Kabid Humas menjelaskan, KM Nurul Salsa mengalami kecelakaan pada 15 Juli 2026 di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Benteng Selayar itu dilaporkan mengalami mati mesin saat cuaca buruk melanda.
Berdasarkan data Basarnas, jumlah penumpang mencapai 76 orang, sedangkan manifest kapal hanya mencatat 45 penumpang. Hingga kini, sebanyak 59 korban telah ditemukan, terdiri atas satu nahkoda, tujuh anak buah kapal (ABK), dan 50 penumpang yang selamat, serta satu penumpang yang meninggal dunia akibat sakit jantung. Sementara 17 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Untuk mendukung proses identifikasi korban, Biddokkes Polda Sulsel telah mengambil 15 sampel DNA dari keluarga korban, sementara dua sampel lainnya masih dalam proses pengambilan.
Di sisi lain, proses penyelidikan juga terus berjalan. Polres Kepulauan Selayar telah memeriksa 21 saksi, yang terdiri dari nahkoda, ABK, agen perkapalan, dan pihak Syahbandar.
Penyidik mendalami dugaan tindak pidana terkait kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa serta dugaan pemalsuan dokumen manifest kapal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam operasi pencarian dan penanganan korban, Polda Sulsel mengerahkan personel gabungan dari Polri, Basarnas, TNI, Syahbandar, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur terkait lainnya.
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris mengungkapkan, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WITA, Tim DVI menerima dua kantong jenazah dari Basarnas Makassar yang kemudian dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi.
“Kami masih menunggu hasil identifikasi. Dalam pelaksanaannya, kami mendapat dukungan dari Tim Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin,” ujar dr. Haris.
Tim Forensik FK Unhas, Dr. dr. Hj. Annisa Anwar Muthaher, menjelaskan bahwa proses identifikasi membutuhkan waktu karena kondisi jenazah yang telah berada di laut selama sekitar tujuh hari.
“Pemeriksaan penunjang, termasuk uji DNA, diperlukan untuk memastikan identitas korban secara ilmiah,” jelasnya.
Polda Sulsel menegaskan akan terus mengoptimalkan proses pencarian korban, identifikasi jenazah, dan penyelidikan penyebab kecelakaan secara profesional, transparan, serta berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait hingga seluruh proses penanganan selesai.
(Arfah)




